Bagaimana tahun 2015 bagi SDM? Sudahkah kita mampu mengembangkan dan menjalankan strategi yang solid untuk menjaga karyawan kita tetap terlibat? Sudahkah kita berpikir untuk mengubah karyawan yang kurang terlibat menjadi penggemar pekerjaan mereka?
Kami menemukan beberapa statistik menarik dari laporan penelitian Talent 2020 yang dikembangkan oleh Deloitte University Press. Menurut temuan penelitian ini, 72% karyawan (dari responden yang dipertimbangkan dalam survei) menyatakan bahwa talenta mereka digunakan secara efektif dalam organisasi, sedangkan 42% lainnya percaya sebaliknya.
Mengapa kita tidak membahas bagaimana statistik ini mempengaruhi tingkat kepuasan, keterlibatan, dan perputaran karyawan? Karyawan yang merasa kurang dimanfaatkan adalah karyawan yang paling tidak puas di tempat kerja. Karyawan ini mungkin tidak akan melihat alasan yang valid untuk tetap terlibat dengan peran pekerjaan atau tempat kerja lebih lama lagi. Oleh karena itu, mereka adalah karyawan yang akan segera meninggalkan organisasi.
Kami telah mengamati bahwa keterlibatan karyawan yang efektif akan menghasilkan tenaga kerja yang puas. Oleh karena itu, penting untuk membangun tenaga kerja dengan tingkat keterlibatan yang tinggi. Berdasarkan hal ini, mari kita coba temukan pendorong keterlibatan karyawan dan bagaimana profesional SDM dan atasan dapat mendorong keterlibatan.
Karyawan yang merasa kurang dimanfaatkan, sehingga tidak puas dengan tempat kerja dapat diubah secara dramatis menjadi karyawan yang puas dan termotivasi dengan memfasilitasi kondisi di bawah ini.
- Paket Kompetitif
- Kondisi kerja yang fleksibel
- Hubungan dengan kepemimpinan
- Kesediaan/ Kebanggaan untuk bekerja dengan perusahaan
- Tanggung Jawab yang Menantang
Dengan memperhatikan aspek-aspek yang kami tampilkan dalam diagram di atas, organisasi dan atasan SDM dapat yakin bahwa karyawan yang puas akan bertahan lebih lama di perusahaan. Selain itu, fasilitasi ini akan mengubah karyawan yang tidak puas menjadi tenaga kerja yang termotivasi. Seperti yang kami katakan sebelumnya, keterlibatan adalah pendorong utama kepuasan karyawan. Oleh karena itu, menawarkan tanggung jawab yang menantang secara terus menerus adalah kunci untuk menjaga perhatian dan minat karyawan agar tetap terlibat.
Setelah kita mengidentifikasi pendorong utama keterlibatan karyawan, penting untuk memahami apa yang sebenarnya membuat keterlibatan karyawan berada di zona merah. Memahami ketidakkonsistenan dalam manajemen sumber daya manusia yang sebenarnya menyebabkan demotivasi karyawan dan pergantian karyawan yang lebih tinggi akan membantu organisasi dan kepemimpinan SDM untuk menghindari hal tersebut.
- Kurangnya Kemajuan Karier
- Kesempatan Kerja Baru
- Ketidaksepakatan dengan Atasan
- Kenaikan Gaji Tidak Memadai
- Kurangnya Tantangan
Siapa yang bertanggung jawab dalam menghindari perbedaan ini dan siapa yang bertanggung jawab dalam mendorong keterlibatan karyawan untuk meningkatkan retensi karyawan? Ini bukanlah upaya dari satu departemen atau peran kepemimpinan. Ini adalah upaya kolektif para profesional HR dalam sebuah organisasi bersama dengan para pemimpin dan atasan dari setiap tim/departemen. Kami telah banyak membahas bagaimana peran profesional HR dan Manajemen Sumber Daya Manusia terus berkembang. Saat ini, fokus kami adalah pada satu aspek yang tidak terpisahkan dari sumber daya manusia yang produktif; keterlibatan karyawan.
Sebagai penyedia teknologi Manajemen Sumber Daya Manusia di Asia, kami telah membantu klien kami untuk meningkatkan standar dalam Praktik SDM mereka. Kami percaya saran kami di sini juga akan membantu pembaca untuk menambahkan salah satu bahan yang paling berharga dalam strategi Manajemen Sumber Daya Manusia mereka, yaitu Kepuasan Karyawan yang didorong oleh Keterlibatan!
Kunjungi mihcm.com untuk mengeksplorasi kehadiran dan kontribusi kami dalam bidang Manajemen Sumber Daya Manusia.